Gelar sarjana merupakan salah satu awal mencapaian dalam bidang pendidikan yang dilakukan didalam perguruan tinggi. Setelah mengalami pendidikian dari taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas dan dilanjutkan perguruan tinggi. Meraih gelar sarja tentunya tidak semudah pada saat berada pada tingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas dikarenakan materi yang diajarkan lebih mengarah pada keahlian yang akan dimiliki hingga dapat diterapkan ketika memasuki dunia pekerjaan. Ilmu yang didapat diperguruan tinggi pula menjadi salah satu penentu, dimana kelak posisi yang akan kita raih berdasarkan keahlian yang telah di asa, maka dari itu gelar sarjana yang yang diraih sangat penting karena menjadi beban dan motivasi dalam hidup saya untuk menerapkan ilmu yang sudah dipelajari kedalam dunia pekerjaan atau dunia luar.
Kejujuran menurut Stanley (dikutip dalam rahardjo, 2010) merupakan ketulusan hati, tidak bohong, lurus hati, dapat dipercaya kata-katanya dan tidak curang. Jadi menurut saya, kejujuran merupakan salah satu sifat yang harus dimiliki semua orang agar kehidupan yang dijalani akan berjalan dengan lancar karena dengan kejujuran hidup akan terasa tanpa beban.
Rabu, 29 April 2015
Sabtu, 14 Maret 2015
ETIKA PROFESI (karakter dan aktivitas tidak beretika)
KEPAKARAN
DARI SEORANG TEKNIK INDUSTRI…
Kepakaran adalah pemahaman yang luas
dari tugas atau pengetahuan spesifik yang diperoleh dari pelatihan, membaca dan
pengalaman, sedangkan teknik industri menurut IIE (Institute of Industrial
Engineers) yaitu teknik industri
berfokus kepada perancangan, peningkatan dan instalasi dari sistem terintegrasi
yang terdiri atas manusia, material, peralatan dan energi untuk
menspesifikasikan, memprediksi dan mengevaluasi hasil yang diperoleh dari
sebuah sistem terintegrasi, oleh karena itu dibutuhkan pengetahuan dan keahlian
dalam bidang matematika, fisika dan ilmu-ilmu sosial serta prinsip dan metodologi
teknik atau rekayasa. Berdasarkan penjabaran mengenai pengertian kepakaran dan
teknik industri maka dapat disimpulkan bahwa sebenarnya kepakaran dari seorang
teknik industri adalah mampu memacahkan masalah yang terkait dari perancangan
dan segala sesuatu perbaikan bahkan pengembangan suatu system hingga menjadi
lebih efesien. Berdasarkan penjelasan sebelumnya, maka seorang teknik industri yang
memiliki kepakaran atau keahlian hanya dapat dibuktikan apabila seorang teknik industri
itu tersebut dapat memecahkan suatu masalah yang kompleks untuk mencapai suatu
tujuan.
KARAKTER
TIDAK BERETIKA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI…
Karakter adalah sifat batin yang
mempengaruhi segenap pikiran, perilaku,
budi pekerti, dan tabiat yang dimiliki manusia atau makhluk hidup lainnya. Etika adalah sebuah
sesuatu di mana dan bagaimana cabang utama filsafat yang
mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar
dan penilaian moral. Objek dari etika merupakan tingkah laku manusi. Tingkah
laku manusia tebagi menjadi dua yaitu baik dan buru, begitu pula pada etika.
Etika seseorang ada yang baik dan buruk. Berikut ini merupakan etika dalam
kehidupan sehari-hari yang buruk:
1.
Memposting foto seronok teman ke media sosial
Perilaku ini termasuk dalam tingkah laku
tidak beretika karena dapat merugi kan orang lain dan dapat memutuskan hubungan
silahturahmi apabila korban merasa tersinggung.
2.
Membuka tas teman tanpa izin (Lancang)
Perilaku ini juga tidak bertika karena
akan timbul motif motif kejahatan seperti mencuri dan lainnya sehingga
menimbulkan fitnah apabila pelaku tidak melakukannya.
3.
Semenah-menah terhadap adik kelas
Perilaku semenah-menah identik dengan
kegiatan negatif. Kegiatan tersebut contohnya mencemooh, menyuruh-nyuruh dan
memarahi. Perilaku tersebut juga tidak sopan dilakukan karena akan membuat seorang
merasa tertekan.
4.
Menghidupkan radio keras-keras diwaktu
tidur
Perilaku ini dapat merugikan orang lain
seperti contohnya orang lain dapat terganggu waktu istirahatnya dan dapat
menyebabkan pertengkaran antar tetangga.
5.
Berjualan didepan pagar rumah orang
Perilaku pedagang seperti ini kadang
kala sering dijumpai diberbagai daerah, ketidak sopanan pedangan dapat membuat
seorang marah dan kesal. Hal tersebut biasanya diakibatkan karena pedagang
tersebut tidak meminta izin terlebih dahulu untuk berdagang sementara didepan
rumah sesorang.
AKTIVITAS
TIDAK BERETIKA PROFESIONAL DALAM BEKERJA…
Aktivitas adalah suatu energi atau
keadaan bergerak dimana manusia memerlukannya untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya. Profesional adalah Profesional merupakan sikap yang mengacu pada
peningkatan kualitas profesi. Profesional adalah orang yang berdisiplin dan
menjadi "kerasan" dalam pekerjaannya. Sesorang dalam bekerja
terkadang kala melakukan kesalahan, kesalahan terebut biasanya terjadi akibat
kemalasan dan kebosanan sesorang terhadap pekerjaannya. Seseorang yang tidak
beretika professional sering kali menyalahi peraturan-peraturan perusahaan atau
tempat ia bekerja. Contoh seorang yang tidak beretika professional yaitu:
1.
Memberikan keterangan palsu pada saat
minta izin cuti.
Seorang yang professional dalam bekerja
tidak akan melakukan hal tersebut karena hal tersebut sama saja membohongi dan
merugikan dirinya sendiri
2.
Menyerang, menganiaya, mengancam, atau
mengintimidasi teman sekerja atau pengusaha di lingkungan kerja.
Seorang pekerja yang bertidak semaunya
diarea tempat kerja juga dapat merugikan perusahaan karena perilaku tersebut
dapat membuat karyawan lainnya tidak nyaman sehingga tidak konsetrasi dalam
bekerja.
3.
Mabuk, meminum minuman keras yang
memabukkan, memakai atau mengedarkan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif
lainnya di lingkungan kerja.
Perilaku seorang pekerja seperti ini
sangat mengganggu kegiatan yang berlangsung diperusahaan sehingga dapat
merugikan perusahaan dan pada aktivitas tersebut sangat tidak dibenarkan dalam
segala peraturan yang ada diperusahaan.
4.
Mengambil atau mencuri barang perusahaan
Karyawan atau pekerja biasanya sering
menganggap sepeleh kegiatan yang sering dilakukan seperti membawa pulang barang
reject yang dihasilkan perusahaan. Hal ini sangat merugikan perusahaan karena
barang reject saja dicuri apalagi barang yang tidak reject sehingga kegiatan
seperti ini sangat dilarang oleh perusahaan
5.
Sesama teman kerja tidak saling sapa serta
sering datang terlambat
Silahturahmi dalam lingkungan kerja
sangat penting karena untuk meningkatkan semangat dari masing-masing pekerja
serta mentaati peraturan perusahaan harusnya sudah mendarah daging dalam
kehidupana pekerja agar pekerjaanya tidak sia-sia maka apabila melakukan
kegitan yang melanggar sangat disayangkan karena akan merugikan diri pekerja
itu sendiri.
http://www.putra-putri-indonesia.com/alasan-phk.html
Senin, 08 Desember 2014
GROUP TECHNOLOGY LAYOUT
A.
Definisi Group Technology
Tata letak fasilitas berdasarkan kelompok
produk atau disebut product family atau
group technology layout merupaka tata
letak yang didasarkan pada pengelompokan produk atau komponen yang dibuat,
dalam hal ini pengelompokan tidak didasarkan pada kesamaan jenis produk akhir
tetapi dikelompokan berdasarkan langkah pemrosesan, bentuk, mesin aau peralatan
yang dipakai. Jadi secara singkat group
technology layout merupakan gabungan dari fix dan process layout
(thesis.binus.ac.id). Group technology merupakan
metode untuk mengelolah entitas yang mirip (komponen, proses, tools dan
lainnya) untuk mengurangi kompleksitas manufaktur dengan cara membagi sistem
manufaktur menjadi sub manufaktur dalam bentuk sel (Sritomo, 2003).
B.
C.
Kelebihan dan Kekurang Group Technology Layout
Group
technology layout tentunya
memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut ini merupakan kelebihan dan
kekurangan dari Group technology layout.
1.
Kelebihan
·
Penyusunan mesin
didasarkan atas family
produk sehingga dapat
mengurangi waktu set up, mengurangi ongkos material handling
dan mengurangi area lantai produksi.
·
Apabila
ada urutan proses yang terhenti maka dapat dicari alternatif lain.
·
Mudah
mengidentifikasi bottlenecks dan cepat merespon perubahan jadwal.
·
Operator
makin terlatih, cacat produk dapat dikurangi dan dapat mengurangi bahan yang
terbuang.
·
Karena
group technology memanfaatkan kesamaan komponen/ produk maka dapat mengurangi
pemborosan waktu dalam perpindahan antar kegiatan yang berbeda.
2. Kekurangan
·
Utilisasi
mesin yang rendah.
·
Memungkinkan
terjadinya duplikasi mesin.
·
Biaya
yang cukup tinggi untuk realokasi mesin.
·
Membutuhkan tingkat
kedisiplinan yang tinggi
karena ada kemungkinan
D.
Permasalahan pada Group Technology Layout
Pada group
technology layout terdapat beberapa permasalahan yang sering timbul.
Permasalahan tersebut tidak jauh dari permasalahan penentuan letak dari suatu
mesin atau aliran karena group technology
layout merupakan gabungan dari process
layout dan product layout. Berikut
ini merupakan permasalahn yang sering timbul.
·
Jarak
antara mesin yang digunakan dalam proses operasi
·
Urutan
mesin yang tidak efesien
E.
Perencanaan Organisasional
Perencanaan
organisasional merupakan proses menentukan bagaimana organisasi dapat mencapai
tujuannya, dimana ditujukan pada tindakan yang tepat melalui melalui proses
analisa, evaluasi, seleksi diantara kesempatan-kesempatan yang diprediksi
terlebih dahulu. Perencanaan organisasional memiliki dua tujuan yang diantaranya yaitu:
1.
Tujuan Perlindungan
(Protective): meminimisasikan resiko dengan mengurangi ketidakpastian di
sekitar kondisi bisnis dan menjelaskan konsekuensi tindakan manajerial yang berhubungan
2.
Tujuan Kesepakatan
(Affirmative): meningkatkan tingkat keberhasilan organisasional.
Melakukan perencanaan organisasional tentunya tidak luput dari
sumber daya karena pengorganisasian yang sesuai dengan sumber daya akan
meningkatkan efektifitas dan efisiensi dari penggunaannya. Mengorganisasikan
sumber daya, Henry Fayol mengemukakan 16 garis pedoman. Berikut ini merupakan 16 garis
pedeoman tersebut.
1.
Menyiapkan dan melaksanakan
rencana operasional secara bijaksana
2.
Mengorganisasi aset kemanusiaan
dan bahan sehingga konsisten dengan tujuan-tujuan sumber daya
3.
Menetapkan wewenang tunggal,
kompeten, energik
4.
Mengkoordinasikan semua
aktivitas-aktivitas dan usaha-usaha
5.
Merumuskan keputusan yang jelas
dan tepat
6.
Menyusun bagi seleksi yang
efisien sehingga tiap-tiap departemen dipimpin oleh seorang manajer
7.
Mendefinisikan tugas-tugas
8.
Mendorong inisiatif dan
tanggung jawab
9.
Memberikan balas jasa yang adil
dan sesuai bagi jasa yang diberikan
10.
Memberikan sanksi terhadap
kesalahan dan kekeliruan
11.
Mempertahankan disiplin
12.
Menjamin bahwa kepentingan
individu konsisten dengan kepentingan umum dari organisasi
13.
Mengakui adanya satu komando
atau pimpinan
14.
Mempromosikan koordinasi bahan
dan kemanusiaan
15.
Melembagakan dan memberlakukan
pengawasan
16.
Menghindari adanya pengaturan,
birokrasi dan kertas kerja
Salah satu
contoh dalam mengorganisasikan sumber daya yaitu merupakan melakukan pembagian
terhadap tenaga kerja, karena tenaga kerja merupakan salah satu faktor yang
berperan penting dalam pengorganisasian. Pembagian tenaga kerja memiliki kerugian
dan keuntungan. Keuntungan dan kerugian
tersebut diantaraya yaitu.
1.
Pekerja berspesialisasi dalam
tugas tertentu sehingga keterampilan dalam tugas tertentu meningkat
2.
Tenaga kerja tidak kehilangan
waktu dari satu tugas ke tugas yang lain
3.
Pekerja memusatkan diri pada
satu pekerjaan dan membuat pekerjaan lebih mudah dan efisien
4.
Pekerja hanya perlu mengetahui
bagaimana melaksanakan bagian tugas dan bukan proses keseluruhan produk
Minggu, 19 Oktober 2014
KEWIRAUSAHAAN
Kewirausahaan (Entrepreneurship)
berasal dari bahasa Perancis, yang berarti Perantara. Kewirausahaan adalah
proses penciptaan sesuatu yang berbeda nilainya dengan menggunakan usaha dan
waktu yang diperlukan, memikul resiko finansial, psikologi dan sosial yang
menyertainya, serta menerima balas jasa moneter dan kepuasan pribadi. Terdapat
tiga jenis perilaku dalam kewirausahaan yang diatantaranya yaitu:
1. Memulai motivasi, dalam kewirausahaan harus memiliki motivasi yang tinggi agar
segala usaha dan waktu yang digunakan dapat dimaksimalkan.
2. Mengorganisasi dan mereorganisasi mekanisme
sosial/ekonomi untuk merubah sumber daya dan situasi dengan cara praktis, apabila suatu kewirausahaan terus memperbaiki
situsi sesuai dengan perkembangan zaman maka aka nada dampak baiknya kepada
sistem organisasi kewirausahaan.
3. Diterimanya resiko dan kegagalan, menjalankan usaha harus mengerti terlebih
dahulu resiko dan peluang kegagalan yang akan dihadapi maka dari itu perilaku
ini hendaknya diperhatikan sedemikian rupa.
Kewirausahaan didalamnya terdapat wirausahawan yang merubah nilai
sumber daya, tenaga kerja, bahan dan faktor produksi lainnya menjadi lebih
besar daripada sebelumnya dan juga orang yang melakukan perubahan, inovasi dan
cara-cara baru. Seorang wirausahawan harus memiliki kunci penting dalam
menjalankan usahanya yaitu kreatifitas dan inovasi. Hal
tersebut dikatakan penting karena dalam suatu usaha yang sukses haruslah terus
berkembang mengikuti zaman dengan cara inovasi terus menurus dalam usahanya.
Menurut McClelland, seorang wirausahawan harus memiliki karakteristik sebagai
berikut:
1. Keinginan untuk
berprestasi, motivasi pada diri
sendiri untuk menjadi lebih baik harus dimiliki wirausahawan agar pola pikir
dari seorang wirausahawan tersebut selalu terfokuskan pada hal-hal yang positif
untuk berkembang.
2. Keinginan untuk
bertanggung jawab, tanggung jawab harus
dimiliki wirausahawan karena seorang wirausahawan bertanggung jawab sepenuhnya
dengan usaha yang dijalankannya.
3. Preferensi kepada
resiko-resiko menengah, resiko-resiko
yang terjadi harus ditangani oleh seorang wirausahawan dengan cepat dan sigap
agar resiko-resiko yang ada dapat diminimkan.
4. Persepsi kepada
kemungkinan berhasil, keberhasilan
merupakan tujuan dari kewirausahaan maka dari itu seorang wirausahawan harus
yakin bahwa peluang usaha yang dijalankan dapat berhasil secara maksimal.
5. Rangsangan oleh umpan
balik, seorang wirausahawan
harus mengerti feedback yang diperoleh dalam menjalankan
usahanya agar usaha yang dilakukan terus berjalan.
6. Aktivitas energik, suatu usaha harus memiliki aktivitas energik
agar memotivasi segala sesuatu yang terdapat dala suatu usaha sehingga
membangun semangat positif.
7. Orientasi ke masa
depan, seorang
wirausahawan harus memikirkan segala hal perbaika untuk masa depan usahanya.
8. Keterampilan dalam
pengorganisasian, tidak hanya pandai dalam
menjalankan usaha. Seorang wirausahawan juga harus terampil dan fleksibel
dalam tim nya agar kondisi nyaman ada pada usaha tersebut.
9. Sikap terhadap uang, seorang wirausahawan harus memikirkan secara
detail tentang keuangan yang masuk ataupun yang keluar.
Selain McClelland,
seorang wirausahawan harus memiliki karakteristik yang sukses dengan n
Ach tinggi, yang diantaranya:
1. Kemampuan inovatif, pola pikir yang selalu inovatif dan berkembang
sangat membantu dalam menjalanka usaha.
2. Toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity), keputusan yang ada harus mempertimbangkan
toleransi yang baik agar segala sesuatunya dapat terkendali
3. Keinginan untuk berprestasi, motivasi pada diri sendiri untuk menjadi
lebih baik harus dimiliki wirausahawan agar pola pikir dari seorang
wirausahawan tersebut selalu terfokuskan pada hal-hal yang positif untuk
berkembang.
4. Kemampuan perencanaan realistis, perencanaan yang dibuat harus realistis dengan
keadaan sekitar.
5. Kepemimpinan terorientasi kepada tujuan, tujuan merupakan pencapaian yang diingikan
sehingga seorang pemimpin harus focus pada tujuan yang diinginkan.
6. Obyektivitas
7. Tanggung jawab pribadi
8. Kemampuan beradaptasi
9. Kemampuan
sebagai pengorganisasi dan administrator
Membuka peluang usaha yang baru memerlukan sumber gagasan, dimana
sumber gagasan sangat diperlukan untuk menjadi dasar dari peluang usaha yang
akan dijalani. Berikut ini sumber gagasan dalam peluang usaha baru.
1. Konsumen
Dengan melalui tangan konsumen, segala kebutuhan
yang diinginkan konsumen dapat diketahui.
2. Perusahaan yang sudah ada
perusahaan yang ada dan kelak akan menjadi
pesaing dapat menjadi pemicu dalam membuka peluang usaha baru.
3. Pemasaran
pemasaran berhubungan langsung dengan konsumen
sehingga biasanya lebih paham tentang keinginan konsumen.
4. Pemerintah
Ide usaha bisa di dapat dari berbagai macam
peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah.
5. Penelitian dan pengembangan
Ide usaha baru seringkali didapat dari hasil
penelitian dan pengembangan yang berhasil menemukan produk baru.
Analisa pulang pokok adalah teknik untuk menentukan seberapa
banyak satuan yang harus dijual atau seberapa banyak volume penjualan yang
harus dicapai agar tercapai posisi pulang pokok (tidak rugi tidak untung).
Selain itu, analisa pulang pokok juga adalah proses menghasilkan informasi yang
mengikhtisarkan berbagai tingkat keuntungan dan kerugian yang berkaitan dengan
berbagai tingkat produksi. Unsur Dasar Analisa Pulang Pokok
Analisa pulang pokok
umumnya terdiri dari refleksi, pembahasan, pertimbangan dan pembuatan keputusan
relatif terhadap 7 unsur pokok. Masing-masing unsur dan definisinya adalah
sebagai berikut:
1. Biaya tetap
Biaya tetap adalah pengeluaran yang diadakan
oleh generasi tanpa melihat jumlah produk yang dihasilkan. Contoh dari biaya
tetap adalah pajak tanah, pemeliharaan bangunan, pengeluaran untuk bunga pada
uang yang dipinjam untuk membiayai pembelian peralatan.
2. Biaya variabel
Biaya vaiabel adalah pengeluaran yang
berfluktuasi dengan jumlah produk yang dihasilkan. Contoh dari biaya variabel
adalah biaya pembunkusan produk, biaya bahan baku yang dibutuhkan untuk membuat
produk, biaya yang berkaitan dengan pembungkusan produk untuk dikapalkan.
3. Biaya total
Biaya total adalah total biaya total dan biaya
variabel yang berkaitan dengan produksi
4. Pendapatan total
Pendapatan total adalah semua nilai rupiah
penjualan yang terakumulasi dari penjualan produk. Sesungguhnya pendapatan
total meningkat ketika lebih banyak produk yang terjual.
5. Keuntungan
Keuntungan didefinisikan sebagai jumlah
pendapatan total yang melebihi biaya total dari produksi barang yang
dijual.
6. Kerugian
Kerugian adalah jumlah biaya total produksi
barang yang melebihi pendapatan total yang diperoleh dari penjualan barang
tersebut.
7. Titik pulang pokok
Titik pulang pokok didefinisikan sebagai situasi
di mana pendapatan total organisasi sama dengan biaya totalnya; organisasi
hanya memperoleh pendapatan yang hanya cukup untuk menutupi biaya-biayanya.
Perusahaan tidak mendapatkan keuntungan maupun tidak mengalami kerugian.
Usaha
pada dasarnya memiliki bentuk-bentuk yang berbeda. Berikut ini merupakan bentuk-bentuk
usaha:
Perusahaan perseorangan
Perusahaan perseorangan
adalah bisnis yang kepemilikannya dipegang oleh satu orang. Pemilik perusahaan
perseorangan memiliki tanggung jawab tak terbatas atas harta perusahaan.
Artinya, apabila bisnis mengalami kerugian, pemilik lah yang harus menanggung
seluruh kerugian itu.
Persekutuan
Persekutuan adalah
bentuk bisnis dimana dua orang atau lebih bekerja sama mengoperasikan
perusahaan untuk mendapatkan profit. Sama seperti perusahaan perseorangan,
setiap sekutu (anggota persekutuan) memiliki tanggung jawab tak terbatas atas
harta perusahaan. Persekutuan dapat dikelompokkan menjadi persekutuan
komanditer dan firma.
Perseroan
Perseroan adalah bisnis
yang kepemilikannya dipegang oleh beberapa orang dan diawasi oleh dewan direktur.
Setiap pemilik memiliki tanggung jawab yang terbatas atas harta perusahaan.
Koperasi
Koperasi adalah bisnis
yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan
kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi
rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi bertujuan untuk
mensejahterakan anggotanya. Karateristik utama koperasi yang membedakan dengan
badan usaha lain adalah anggota koperasi memiliki identitas ganda. Identitas
ganda maksudnya anggota koperasi merupakan pemilik sekaligus pengguna jasa
koperasi.
Penyediaan sumber daya terdiri dari beberapa langkah-langkah.
Berikut ini adalah penjabarannya:
Perekrutan karyawan
Penarikan tenaga kerja
adalah langkah pertama di dalam menyediakan
sumber daya manusia bagi
organisasi kewiraswastaan setiap kali
terdapat posisi yang
kosong.
Seleksi calon karyawan
Seleksi tenaga kerja
adalah penyaringan awal dari calon sumber daya manusia yang tersedia untuk
mengisi suatu posisi. Tujuannya adalah untuk memperkecil hingga jumlah yang
relatif sedikit calon karyawan dari mana seseorang akhirnya akan disewa.
Pelatihan karyawan
Pelatihan karyawan
adalah keterampilan yang diajarkan pihak perusahaan kepada karyawannya.
Penilaian hasil kerja
Penilaian tentang hasil
kerja yang telah dilakukan oleh karyawannya, apakah sesuai dengan yang
diharapkan atau belum.
Seleksi adalah pemilihan
individu untuk disewa dari semua individu-individu yang telah direkrut atau
dipilih sesuai dengan klasifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan. Dalam
menyeleksi sumber daya manusia, memiliki beberapa tahapan proses seleksi yang
biasa dilakukan oleh perusahaan. Tahap-tahap proses seleksi tersebut antara
lain:
1. Penyaringan
Pendahuluan dari rekaman, berkas data, dll
2. Wawancara Pendahuluan
3. Tes Kecerdasan
(intelegence)
4. Tes Bakat (Aptitude)
5. Tes Kepribadian
(Personality)
6. Rujukan Prestasi
(Performance References)
7. Wawancara Dianostik
8. Pemeriksaan Kesehatan
9. Penilaian Pribadi
elib.unikom.ac.id/download.php?id=105596
Sejarah Patung Pancoran
Patung pancoran merupakan patung yang sangat populer di
Jakarta, namun banyak pula masyarakat yang tidak mengetahui bagaimana asal usul
patung yang berdiri megah di tengah-tengah kota Jakarta tersebut. Patung Pancoran dengan
nama lain Monumen Patung Dirgantara adalah salah satu monumen patung yang
terdapat di Jakarta. Sebelumnyakami pernah posting tentang makna
patung patung di jakarta. Letak monumen ini berada di kawasan Pancoran,
Jakarta Selatan. Tepat di depan kompleks perkantoran Wisma Aldiron Dirgantara
yang dulunya merupakan Markas Besar TNI Angkatan Udara. Posisinya yang
strategis karena merupakan pintu gerbang menuju Jakarta bagi para pendatang
yang baru saja mendarat di Bandar Udara Halim Perdanakusuma. Patung ini
dirancang oleh Edhi Sunarso sekitar tahun 1964 - 1965 dengan bantuan
dari Keluarga Arca Yogyakarta. Sedangkan proses pengecorannya dilaksanakan oleh
Pengecoran Patung Perunggu Artistik Dekoratif Yogyakarta pimpinan I Gardono.
Berat patung yang terbuat dari perunggu ini mencapai 11 Ton. Sementara tinggi
patung itu sendiri adalah 11 Meter, dan kaki patung mencapai 27 Meter. Proses
pembangunannya dilakukan oleh PN Hutama Karya dengan IR. Sutami sebagai arsitek
pelaksana. Pengerjaannya sempat mengalami keterlambatan karena peristiwa
Gerakan 30 September PKI di tahun 1965. Rancangan patung ini berdasarkan
atas permintaan Bung Karno untuk menampilkan keperkasaan bangsa Indonesia di
bidang dirgantara. Penekanan dari desain patung tersebut berarti bahwa untuk
mencapai keperkasaan, bangsa Indonesia mengandalkan sifat-sifat Jujur, Berani
dan Bersemangat. Total biaya pembuatan
Patung Dirgantara atau Patung Pancoran pada tahun 1964 adalah 12 juta
rupiah. Biaya awal ditanggung oleh Edhi Sunarso, sang pemahat. Bung Karno
menjual mobil pribadinya seharga 1 juta rupiah pada waktu itu. Pemerintah
sendiri hanya membayar 5 juta rupiah. Sisanya, sebesar 6 juta rupiah, menjadi
hutang pemerintah yang sampai saat ini tidak pernah terbayar.
Berikut 7 fakta misteri seputar patung pancoran:
1. Tentang Nama Patung Pancoran atau Patung Dirgantara
Banyak warga Jakarta hanya mengenal nama patung yang berdiri megah di wilayah pancoran sebagai Patung Pancoran, padahal nama sebenarnya adalah Patung Dirgantara.
Patung Pancoran digagas Presiden Soekarno agar ada patung yang menggambarkan kekuatan dan kemegahan dunia penerbangan Indonesia atau kedirgantaraan. Patung ini menggambarkan manusia angkasa yang memiliki semangat keberanian bangsa Indonesia untuk menjelajah angkasa. Karenanya, Patung dinamakan oleh Soekarno, "Patung Dirgantara".
2. Presiden Soekarno adalah Model Patung Pancoran
Setelah menggagas Patung Dirgantara, Bung Karno mencontohkan dengan tubuhnya bagaiamana seharusnya patung tersebut dibuat. Sebelum maket patung dikerjakan oleh Edhi Sunarso (kelahiran Salatiga, 2 Juli 1932), Bung Karno berkali-kali memperagakan bagaimana bentuk patungnya harus berdiri.
3. Biaya Pantung Pancoran
Untuk mewujudkan impiannya mendirikan patung Dirgantara, Soekarno ternyata mengeluarkan biaya dari kantong pribadi dengan menjual sebuah mobil pribadinya. Dahulu mobil presiden bernilai sangat mahal pada zamannya (perbandingan zaman sekarang sama halnya dengan harga mobil lamborighini Gallardo MurciƩlago LP 670-4 SuperVeloce sekitar 9,5 M).
Biaya awal ditanggung oleh Edhi Sunarso, sang pemahat. Bung Karno menjual mobil pribadinya seharga 1 juta rupiah pada waktu itu. Pemerintah sendiri hanya membayar 5 juta rupiah. Sisanya, sebesar 6 juta rupiah, menjadi hutang pemerintah yang sampai saat ini tidak pernah terbayar.
Total biaya pembuatan Patung Dirgantara atau Patung Pancoran pada tahun 1964 adalah 12 juta rupiah.
4. Proses Pembuatan Patung Pancoran
Proses pemasangan Patung Pancoran (Dirgantara) selalu ditunggui oleh Bung Karno, sehingga kehadirannya selalu merepotkan aparat negara yang bertugas menjaga keamanan sang kepala negara. Alat pemasangannya sederhana saja, yaitu dengan menggunakan Derek tarikan tangan. Dikerjakan oleh PN Hutama Karya dengan IR. Sutami sebagai arsitek pelaksana.
Patung ini dirancang oleh Edhi Sunarso sekitar tahun 1964 - 1965 dengan bantuan dari Keluarga Arca Yogyakarta. Sedangkan proses pengecorannya dilaksanakan oleh Pengecoran Patung Perunggu Artistik Dekoratif Yogyakarta pimpinan I Gardono.
Pengerjaannya sempat mengalami keterlambatan karena peristiwa Gerakan 30 September PKI di tahun 1965.
5. Bahan, tinggi Berat Patung Pancoran
Patung yang terbuat dari bahan perunggu ini berbobot 11 ton (terbagi dalam potongan-potongan yang masing-masing beratnya 1 ton) dan tinggi 11 meter. Sementara tinggi voetstuk (kaki patung) 27 meter.
6. Makna Patung Pancoran
Walau masih terdapat perdebatan dari masyarakat terhadap makna setiap bentuk patung tersebut, seperti halnya yang masih misteri, yaitu bentuk patung yang menyerupai posisi atlet yang telah melempar cakramnya, tangan kirinya yang menukik ke belakang berposisi seperti memegang piringan, dan lain-lain. Patung ini sebenarnya mempunyai filosofi yang maknanya melambangkan keberanian, kesatriaan dan kedirgantaraan yang didasarkan pada kejujuran, keberanian dan semangat mengabdi.
Konon patung ini sengaja dihadapkan ke utara sebagai tujuan untuk menentukan arah. Selain kemegahan patung pancoran itu, arah penghadapannya ke utara bermakna dalam mata angin sebagai arah menuju ke depan, sehingga diharapkan bahwa Dirgantara Indonesia akan terus maju dan terdepan.
7. Mitos Patung Pancoran
Setelah berdirinya patung dirgantara atau sekarang lebih dikenal sebagai patung pancoran, terdengar mitos yang beredar di masyarakat jakarta, antara lain:
"Konon patung pancoran tidak hanya melambangkan keperkasaan dirgantara tetapi juga sebagai salah satu petunjuk untuk menunjuk sebuah tempat dimana bung karno meletakkan harta kekayaannya yang dipercaya dapat melunasi hutang negara, Lokasi yang diperkirakan yaitu Taman Monumen Pahlawan Proklamasi Kemerdekaan Soekarno-Hatta, Kawasan Monas dan Istana Negara, lapangan Banteng, Mesjid Istiqlal, Graha Angkasa Pura, bahkan ada yang berpendapat ditenggelamkan di sebelah utara pantai ancol."
Sebagian orang juga memercayai bahwa patung ini menghadap ke sebuah pelabuhan sunda kelapa yang merupakan jantung peradaban bangsa indonesia selama dijajah Belanda, sehingga dapat menginspirasikan penerus bangsa agar terus mengenang pentingnya sejarah pelabuhan Sundakelapa.
Sumber :
http://www.anehdidunia.com
http://www.kumpulansejarah.com
Langganan:
Postingan (Atom)